Berapa SPF yang Tepat untuk Wajah? Simak Penjelasan Dermatolog!
Apakah kamu masih beranggapan bahwa semakin tinggi angka SPF pada sunscreen, maka perlindungannya terhadap sinar matahari akan semakin kuat? Anggapan ini dibantah para pakar kulit (dermatolog) karena SPF yang terlalu tinggi (lebih dari 50) tidak selalu berarti lebih baik dan justru bisa menimbulkan rasa aman semu. Hal ini juga yang memengaruhi seseorang lupa untuk reapply sunscreen secara berkala.
Namun, sayangnya masih banyak yang bingung bagaimana cara menentukan SPF yang paling ideal untuk wajah. Apakah SPF 30 sudah cukup atau sebaiknya pilih SPF 50 agar lebih terlindungi dari paparan sinar matahari yang semakin kuat setiap harinya?
Menurut dermatolog, kunci perlindungan efektif bukan hanya SPF melainkan sunscreen yang menawarkan nilai PA alias broad spectrum begitupun kandungan perawatan kulit di dalamnya. Jadi, bagaimana cara menentukan SPF yang tepat untuk wajah agar efektif melindungi sekaligus tetap nyaman di kulit? Yuk, simak penjelasan dari dr. Annisa Anjani Ramadhan, SpDVE berikut ini!

Profil Dokter :
“dr. Annisa Anjani Ramadhan, Sp.DVE, adalah seorang dokter spesialis kulit dan kelamin yang praktik di RSIA Tambak. Beliau dapat memberikan layanan konsultasi kesehatan kulit dan kelamin.
dr. Annisa Anjani Ramadhan, Sp.DVE, menyelesaikan pendidikan spesialis dermatologi dan venereologi di Universitas Indonesia. Selain itu, beliau juga tergabung dalam organisasi profesi Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI).”
Apa Itu SPF dan Cara Kerjanya di Kulit
SPF (Sun Protection Factor) adalah ukuran seberapa baik sunscreen melindungi kulit dari sinar UVB yaitu jenis sinar ultraviolet yang dapat menyebabkan kulit terbakar (sunburn), kemerahan, dan meningkatkan risiko kanker kulit. Semakin tinggi angka SPF, semakin lama kulit dapat terlindungi sebelum terbakar sinar matahari.
Namun, penting untuk diingat bahwa SPF hanya mengukur perlindungan terhadap UVB, bukan UVA. Di sinilah peran PA (Protection Grade of UVA) menjadi penting. Sinar UVA menembus lebih dalam ke lapisan kulit dan menjadi penyebab utama penuaan dini, flek hitam, dan hilangnya elastisitas kulit. Jadi, sunscreen yang ideal sebaiknya memiliki kombinasi SPF dan PA untuk perlindungan menyeluruh terhadap dua jenis sinar UV ini.
Jika menganalogikan keduanya, SPF dapat digambarkan sebagai jaket tebal yang melindungi kulit dari panas langsung matahari (UVB), sementara PA adalah lapisan dalam jaket yang melindungi dari suhu panas yang menembus perlahan ke dalam tubuh (UVA). Sederhananya, analogi ini menunjukkan bahwa SPF melindungi kulit dari efek langsung akibat paparan sinar matahari seperti sunburn maupun kanker kulit sedangkan PA melindungi dari kerusakan jangka panjang yang lebih dalam, sehingga diperlukan keduanya untuk sunscreen yang baik.
Ini Nilai SPF yang Tepat untuk Wajah Menurut Dermatolog

Setiap produk sunscreen mencantumkan angka SPF pada labelnya, mulai dari SPF 15, 20, 30, 35, 40, hingga 50+. Bagi orang awam, angka-angka ini bisa membingungkan sehingga menimbulkan pertanyaan: berapa sebenarnya SPF yang paling ideal untuk wajah? Apakah semakin tinggi SPF berarti perlindungan semakin maksimal?
Menurut dr. Annisa Anjani Ramadhan, SpDVE, angka SPF bukan sekadar menunjukkan kekuatan, tapi juga konteks penggunaannya. Berikut panduannya:
1. Gunakan SPF 30 untuk Penggunaan Sehari-hari
Nilai SPF yang dianjurkan ialah minimal SPF 30 yang sudah cukup untuk aktivitas sehari-hari karena mampu memblokir sekitar 97% sinar UVB dan sudah tergolong ideal untuk perlindungan harian, terutama jika kamu lebih sering berada di dalam ruangan atau hanya terpapar matahari sesekali.
2. Berikan Kulit SPF Lebih Tinggi Ketika Berkegiatan Outdoor
Untuk aktivitas intens di bawah sinar matahari, SPF 50+ memberikan perlindungan optimal sekitar 98% memblokir UVB. Aktivitas outdoor ini termasuk ketika olahraga air. Di atas SPF 50 tidak memberikan manfaat signifikan. Justru sering kali menimbulkan rasa aman semu hingga membuat pengguna lupa untuk reapply.
3. Faktor Penting Lain yang Tak Boleh Terlewat
Selain angka SPF, perhatikan juga label broad spectrum (perlindungan UVA & UVB), water resistant, dan kebiasaan reapply setiap 2 jam sekali. Kombinasi faktor-faktor inilah yang memastikan kulit benar-benar terlindungi optimal sepanjang hari.
Faktor yang Menentukan SPF Tepat untuk Setiap Jenis Kulit
Setiap orang memiliki kebutuhan kulit berbeda, begitu pula dalam memilih sunscreen dengan SPF yang tepat. Menurut dermatolog, hal ini tidak bisa disamaratakan karena kondisi kulit memengaruhi bagaimana sunscreen bekerja dan diterima oleh kulit. Agar lebih jelas, simak penjelasannya berikut ini:
-
Kulit Kering
Untuk kamu yang memiliki kulit kering, pilih sunscreen dengan SPF minimal 30 yang diperkaya bahan pelembap seperti Hyaluronic Acid, Ceramide, atau Glycerin. Kandungan ini membantu menjaga kelembapan alami kulit agar tidak makin kering setelah terpapar sinar matahari. -
Kulit Berminyak atau Rentan Berjerawat
Kulit berminyak lebih rentan tersumbat pori, sehingga sebaiknya pilih sunscreen dengan SPF 30–50 yang bertekstur ringan, oil-free, dan non-comedogenic. Formula seperti ini cepat meresap dan tidak meninggalkan kesan lengket, sehingga lebih nyaman digunakan sehari-hari. -
Kulit Sensitif
Untuk kulit sensitif, hindari sunscreen dengan chemical filter tinggi seperti Oxybenzone atau Octinoxate yang berisiko menimbulkan iritasi. Sebagai gantinya, pilih hybrid atau physical sunscreen berbasis Zinc Oxide dan Titanium Dioxide yang lebih lembut di kulit dan minim reaksi alergi.
Tips Memilih dan Menggunakan Sunscreen dengan SPF Tepat

Sekadar tahu SPF saja belum cukup, kamu juga perlu tahu cara pemakaiannya agar efektif. Berikut tips dari dermatolog agar sunscreen benar-benar bekerja optimal di kulitmu:
-
Pilih sunscreen yang sesuai kebutuhan kulit karenanya kamu perlu tahu jenis dan kondisi kulitmu membutuhkan kandungan pendukung seperti apa dalam sunscreen.
-
Aplikasikan 30 menit sebelum beraktivitas untuk memastikan formula sunscreen terserap sempurna oleh kulit.
-
Gunakan dua ruas jari (sepanjang jari telunjuk dan jari tengah) untuk wajah dan leher. Ini adalah takaran ideal agar perlindungan sesuai dengan nilai SPF yang tertera di kemasan.
-
Reapply setiap dua jam. Terutama bila kamu banyak berkeringat, beraktivitas di luar ruangan, atau setelah mencuci wajah.
-
Gunakan setiap hari saat terik maupun hujan, sekalipun di dalam ruangan. Sinar UVA tetap bisa menembus kaca dan menyebabkan penuaan dini.
-
Pastikan sunscreenmu broad spectrum. Artinya, produk tersebut mampu melindungi kulit dari UVA (penuaan) dan UVB (sunburn) secara bersamaan.
Yang Mana Lebih Bagus, SPF 30 atau 50?
Secara praktis, SPF 30 sudah cukup untuk aktivitas harian seperti bekerja di kantor atau sekolah. Namun, jika kamu beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama, SPF 50 memberikan perlindungan ekstra terhadap risiko sunburn dan hiperpigmentasi. Perbedaan SPF 30 dan SPF 50 memang tipis, SPF 30 menyaring sekitar 97% sinar UVB, sementara SPF 50 98% tapi bagi kulit yang sensitif terhadap matahari, perbedaan kecil itu cukup berarti.
SPF 50 PA++++ Cocok untuk Kulit Apa?
SPF 50 PA++++ cocok untuk kamu yang sering beraktivitas di luar ruangan, terutama di wilayah tropis seperti Indonesia. Dermatolog merekomendasikan jenis ini untuk:
-
Kulit rentan hiperpigmentasi atau sedang dalam proses perawatan bekas jerawat.
-
Kulit yang mudah terbakar saat terpapar sinar matahari.

“SPF 50 diutamakan untuk kulit yang memiliki masalah pigmentasi, misalnya melasma, hiperpigmentasi pasca inflamasi, lentigo atau freckless, kloasma, dan lainnya. SPF diatas 30 tidak dianjurkan untuk kulit berminyak atau acne karena semakin tinggi SPF, semakin tinggi risikonya menimbulkan komedo dan jerawat.”
Namun, tetap pastikan formulanya ringan dan sesuai dengan tipe kulitmu agar tidak menimbulkan iritasi atau sumbatan pori.
Jadi, menentukan SPF yang tepat untuk wajah bukan sekadar memilih angka tertinggi di label, melainkan memahami kebutuhan kulit dan aktivitas sehari-hari juga diperlukan. SPF 30 sudah memadai untuk penggunaan harian, sedangkan SPF 50 lebih ideal untuk aktivitas luar ruangan yang intens. Namun, faktor seperti jenis kulit, kandungan pendukung, perlindungan broad spectrum, dan kebiasaan reapply tetap menjadi kunci agar sunscreen bekerja optimal. Dengan memahami hal-hal ini, kamu bisa melindungi kulit dari sinar UV tanpa mengorbankan kenyamanan maupun kesehatan kulit.