Umur Berapa Anak Boleh Mulai Pakai Sunscreen (artikel ditinjau dokter)
Sebagai orang tua baru, wajar jika kamu merasa sangat hati-hati terhadap segala hal yang bersentuhan dengan kulit buah hati. Saat melihat sinar matahari pagi yang cerah, seringkali muncul dilema di benak kita: "Di satu sisi, matahari pagi bagus untuk tulang karena asupan (karena matahari merupakan sumber utama vitamin D) Vitamin D. Tapi di sisi lain, apakah kulit bayi yang masih sangat lembut itu aman jika terkena sinar matahari tanpa perlindungan?"
Kekhawatiran ini sangat beralasan. Kita sering mendengar betapa pentingnya sunscreen bagi orang dewasa untuk mencegah penuaan dan kanker kulit. Namun, ketika berbicara tentang bayi dan balita, informasinya sering kali membingungkan. Ada yang menyarankan untuk menghindari semua produk kimia, namun ada juga yang khawatir anak akan kulitnya terbakar jika tidak dilindungi.
Lantas, mana yang benar? Umur berapa sebenarnya anak boleh mulai dipakaikan sunscreen? Apakah kulit bayi memiliki kemampuan bertahan yang sama dengan kita orang dewasa?
Untuk menjawab kebingungan ini dengan data yang valid dan bukan sekadar "katanya", artikel ini telah ditinjau langsung oleh ahlinya yaitu dr. Ida Ayu Diah Purnama Sari, SpDVE.

Profil Dokter :
“dr. Ida Ayu Diah Purnama Sari, Sp.DVE., adalah dokter spesialis kulit, kelamin, dan estetika lulusan Universitas Udayana. Selain aktif sebagai staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Ganesha, ia juga memiliki pengalaman praktik di berbagai klinik ternama seperti Puriva Clinic Sunset Road dan Euderma Clinic Singaraja dengan fokus pada perawatan kulit dan estetika berbasis teknologi medis terkini.”
Mengapa Kulit Bayi Sangat Sensitif?
Sebelum membahas angka usia yang tepat, penting bagi orang tua untuk memahami mengapa kulit bayi diperlakukan berbeda dari kulit orang dewasa. Kulit bayi bukan sekadar versi "mini" dari kulit kita. Secara medis, struktur dan fungsinya belum berkembang sempurna.
Berdasarkan tinjauan dari Canadian Dermatology Association dan jurnal PubMed Central, ada tiga perbedaan utama yang membuat kulit bayi lebih rentan terhadap bahaya sinar matahari:
1. Lapisan Kulit yang Lebih Tipis
Lapisan terluar kulit (yang disebut epidermis) pada bayi jauh lebih tipis dibandingkan orang dewasa. Sel-sel kulitnya juga belum tersusun sepadat kulit kita.
-
Apa artinya bagi orang tua? Pertahanan fisik kulit bayi masih lemah. Sinar matahari bisa menembus masuk lebih cepat dan lebih dalam. Ini menyebabkan kerusakan sel bisa terjadi dalam waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan pada orang dewasa.
2. Kurangnya Perlindungan Alami (Pigmen)
Tubuh manusia memiliki pelindung alami bernama melanin (pigmen yang memberi warna kulit). Melanin berfungsi menyerap radiasi sinar UV agar tidak merusak sel. Pada bayi dan balita, sel-sel penghasil pigmen ini belum bekerja seefisien orang dewasa.
-
Apa artinya bagi orang tua? Bayi memiliki perlindungan alami yang sangat minim. Ini membuat mereka jauh lebih mudah mengalami kulit kemerahan atau terbakar (sunburn) saat terkena panas, meskipun durasinya sebentar.
3. Penyerapan Kulit yang Lebih Tinggi
Bayi memiliki rasio luas permukaan tubuh terhadap berat badan yang lebih besar dibandingkan orang dewasa. Selain itu, karena kulitnya tipis, daya serapnya sangat tinggi.
-
Apa artinya bagi orang tua? Apa pun yang dioleskan ke kulit bayi, termasuk bahan kimia dalam lotion atau sunscreen, dapat terserap ke dalam tubuh dalam jumlah yang relatif lebih banyak. Inilah alasan medis utama mengapa dokter sangat berhati-hati dalam merekomendasikan produk oles pada bayi yang usianya masih sangat muda.
Panduan Penggunaan Sunscreen: Aturan "0-6 Bulan" vs "6 Bulan Ke Atas"
Berdasarkan kesepakatan medis global, termasuk panduan dari Skin Cancer Foundation dan jurnal kedokteran keluarga yang diterbitkan oleh MD Edge, berikut adalah pembagian usia yang aman bagi orang tua untuk mulai menggunakan sunscreen:
Fase 1: Usia 0 – 6 Bulan (Hindari Sunscreen, Utamakan Berteduh)
Untuk bayi yang baru lahir hingga usia 6 bulan, rekomendasi utama dari para ahli adalah menghindari penggunaan sunscreen jika memungkinkan.
-
Alasan Medis: Seperti yang dijelaskan sebelumnya, kulit bayi di usia ini memiliki daya serap yang tinggi. Sistem tubuh mereka juga belum matang sepenuhnya untuk memproses bahan-bahan tertentu yang mungkin terserap kulit. Selain itu, bayi belum bisa berkeringat dengan sempurna, sehingga lapisan krim yang tebal di seluruh tubuh bisa menghambat pelepasan panas dan membuat mereka gerah atau overheat.
-
Apa yang harus dilakukan orang tua? Pertahanan terbaik adalah menghindari sinar matahari langsung.
-
Usahakan bayi tetap berada di tempat teduh, terutama saat matahari sedang terik-teriknya (pukul 10.00 – 16.00).
-
Gunakan perlindungan fisik seperti topi lebar, payung pada kereta dorong, dan pakaian ringan yang menutupi lengan serta kaki.
-
Catatan Khusus: Jika paparan matahari benar-benar tidak bisa dihindari, Skin Cancer Foundation memperbolehkan penggunaan sunscreen dalam jumlah sangat sedikit hanya pada area kecil yang terbuka, seperti pipi dan punggung tangan, sebagai langkah terakhir.
-
Fase 2: Usia 6 Bulan ke Atas (Waktunya Mulai Pakai Sunscreen!)
Saat si Kecil menginjak usia 6 bulan, struktur kulitnya sudah mulai lebih matang dan sistem tubuhnya lebih siap.
-
Rekomendasi: Pada usia ini, anak sudah boleh dan sangat dianjurkan memakai sunscreen saat beraktivitas di luar ruangan.
-
Jenis Sunscreen yang Disarankan: Meskipun sudah boleh, pilihlah sunscreen yang aman. Dokter umumnya menyarankan jenis Physical Sunscreen (atau Mineral Sunscreen) yang mengandung Zinc Oxide atau Titanium Dioxide.
-
Kenapa jenis ini? Kandungan mineral ini bekerja dengan cara melapisi kulit dan memantulkan sinar UV agar tidak masuk ke kulit. Bahan ini dianggap lebih aman karena tidak diserap ke dalam aliran darah dan risiko iritasinya jauh lebih kecil dibandingkan sunscreen kimia.
-
Mengapa Harus Mulai Sejak Dini Menggunakan Sunscreen?
Mungkin kamu berpikir, "Nanti saja deh kalau anak sudah sekolah baru rutin pakai sunscreen." Namun, fakta medis menunjukkan sebaliknya. Sebuah studi dalam jurnal dermatologi Actas Dermo-Sifiliográficas menyoroti bahwa paparan sinar matahari yang intens pada masa kanak-kanak merupakan faktor risiko utama terjadinya masalah kulit serius di masa dewasa.
Kulit anak memiliki kemampuan "mengingat" kerusakan. Kerusakan akibat sinar UV bersifat menumpuk. Setiap kali kulit anak mengalami kemerahan atau terbakar matahari tanpa perlindungan, sel-sel kulit mereka merekam kerusakan tersebut.
Dengan membiasakan anak memakai sunscreen sejak usia 6 bulan, kamu tidak hanya mencegah kulitnya menjadi gelap atau perih hari ini, tetapi juga sedang menjaga kesehatan kulit mereka untuk 20 hingga 30 tahun ke depan.
Tips Aman Menggunakan Sunscreen pada Anak oleh Dermatologist
Memakaikan sunscreen pada balita yang aktif bergerak mungkin menjadi tantangan tersendiri. Namun, demi perlindungan optimal, berikut adalah langkah-langkah sederhana yang bisa kamu terapkan:
-
Lakukan Cek Alergi (Patch Test) Dulu
Kulit setiap anak berbeda. Sebelum mengoleskan ke seluruh tubuh, oleskan sedikit produk sunscreen di bagian dalam lengan atas anak. Tunggu selama 24 jam. Jika tidak ada reaksi merah, gatal, atau bengkak, berarti produk tersebut aman dan cocok untuk digunakan.
-
Pilih Perlindungan Lengkap (Broad Spectrum)
Pastikan botol sunscreen bertuliskan Broad Spectrum. Ini artinya produk tersebut melindungi dari dua jenis sinar jahat: UVB (yang bikin kulit terbakar) dan UVA (yang merusak kulit jangka panjang). Pilih SPF minimal 30 untuk perlindungan yang memadai.
-
Oleskan Sebelum Keluar Rumah
Jangan menunggu sampai di luar rumah. Oleskan sunscreen 15-30 menit sebelum anak terkena sinar matahari agar produknya menempel sempurna di kulit.
-
Wajib Oles Ulang (Reapply)
Ini poin yang sering terlupakan. Anak-anak sering berkeringat, berlarian, atau bermain air. Aktivitas ini membuat sunscreen luntur dengan cepat. Oleskan ulang setiap 2 jam sekali, atau lebih sering jika anak berenang dan berkeringat banyak.
-
Perhatikan Bagian yang Terlewat
Jangan hanya wajah dan tangan. Oleskan juga di telinga, leher belakang, dan punggung kaki (terutama jika anak memakai sandal). Bagian-bagian ini kulitnya tipis dan paling mudah terbakar matahari.
Kesimpulan
Menjawab pertanyaan "umur berapa anak boleh pakai sunscreen?", batasan medis yang aman adalah mulai usia 6 bulan. Sebelum usia tersebut, cara terbaik melindungi si Kecil adalah dengan memakaikan pakaian tertutup, topi, dan menjauhkannya dari sinar matahari langsung yang terik.
Merawat kulit anak bukan tentang penampilan, melainkan tentang kesehatan jangka panjang. Dengan memahami kondisi kulit mereka yang masih sensitif, kita sebagai orang tua bisa mengambil langkah tepat: memberikan perlindungan yang aman dan nyaman.
Yuk, jadikan kebiasaan memakai topi dan sunscreen sebagai bagian dari persiapan wajib sebelum mengajak si Kecil bermain di luar rumah!