18 January 2026

Kenapa Pakai Sunscreen Malah Buat Wajah Berminyak, Simak Penjelasan dari Dermatologist!

Pernahkah kamu merasa dilema setiap pagi? Di satu sisi, kamu tahu bahwa sunscreen adalah rutinitas wajib untuk melindungi kulit dari penuaan dini dan kanker kulit. Tapi di sisi lain, setiap kali memakainya, wajah rasanya seperti "kilang minyak" berjalan. Belum lagi masalah komedo dan jerawat (breakout) yang tiba-tiba muncul setelah beberapa hari pemakaian rutin.

Banyak pemilik kulit berminyak akhirnya menyerah dan berpikir, "Ah, kulitku sepertinya tidak cocok pakai sunscreen." Padahal, masalahnya seringkali bukan pada produk sunscreen-nya, melainkan pada pilihan formula dan bagaimana produk tersebut bereaksi dengan kelenjar minyak di kulitmu.

Apakah benar sunscreen bisa menyumbat pori? Atau ada faktor lain yang membuat wajahmu semakin licin dan kusam? Untuk menjawab keresahan ini secara ilmiah, artikel ini telah ditinjau langsung oleh ahlinya yaitu  dr. Erlian Dimas Anggraini, SpDVE. 

 

Profil Dokter:

dr. Erlian Dimas Anggraini, Sp.DVE  adalah seorang dokter spesialis kulit, kelamin, dan estetika yang praktik di RS Hermina dan RS Pelabuhan Palembang. Beliau dapat memberikan layanan konsultasi kesehatan kulit dan kelamin.

dr. Erlian, telah menamatkan pendidikan kedokteran umum Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati (2012) dan pendidikan Spesialisnya di Universitas Hasanuddin (2020).”

Mengapa Wajah Jadi Terasa Lebih Berminyak Setelah Menggunakan Sunscreen?

Secara medis, fenomena wajah berminyak setelah memakai sunscreen bukanlah mitos. Berdasarkan dermatologist, ada beberapa alasan biologis yang menjelaskan mengapa hal ini bisa terjadi pada kulitmu:

1. Efek Peningkatan Suhu (Pada Chemical Sunscreen)

Sebagian besar sunscreen di pasaran adalah tipe kimia (Chemical Sunscreen). Cara kerjanya adalah dengan menyerap sinar UV yang mengenai kulit, lalu mengubahnya menjadi energi panas untuk kemudian dilepaskan kembali ke udara.

Lalu, apa yang terjadi pada kulitmu ketika hal ini terjadi?

Proses pengubahan sinar menjadi panas ini dapat sedikit meningkatkan suhu di permukaan kulit wajahmu. Bagi pemilik kulit berminyak, kenaikan suhu ini bisa menjadi sinyal bagi kelenjar minyak untuk bekerja lebih aktif. Akibatnya, produksi keringat dan minyak (sebum) meningkat, membuat wajah terasa lengket dan "gerah" beberapa jam setelah pemakaian.

2. Efek "Mengunci" dari Formula Tahan Air

Banyak sunscreen didesain agar tahan air (water-resistant) supaya tidak mudah luntur saat berkeringat. Untuk mencapai efek ini, produsen menggunakan bahan-bahan yang sifatnya melapisi (oklusif), seperti silikon atau minyak tertentu.

Perlu diketahui, lapisan pelindung yang ada di kulit kalian, memang hebat dalam menahan air dari luar, tapi ia juga bisa "menahan" apa yang ada di dalam. Minyak alami dan keringat yang diproduksi kulitmu bisa terjebak di bawah lapisan sunscreen ini karena tidak bisa menguap dengan bebas. Tumpukan minyak dan keringat yang terperangkap inilah yang membuat kulit terasa berat, mengilap, dan jika dibiarkan lama, bisa menyumbat pori-pori sehingga memicu jerawat.

3. Kandungan yang Kurang Cocok (Komedogenik)

Tidak semua sunscreen diciptakan sama. Beberapa produk, terutama yang bertekstur krim tebal, mengandung bahan-bahan pelembap ekstra seperti Coconut Oil atau Cocoa Butter.

Apa yang terjadi pada kulit? Bagi kulit kering, bahan ini sangat bagus. Tapi bagi kulit berminyak, bahan-bahan ini memiliki risiko tinggi menyumbat lubang pori-pori (komedogenik). Riset menunjukkan bahwa bahan-bahan ini dapat masuk ke dalam saluran folikel rambut dan memicu pembentukan komedo, yang merupakan cikal bakal jerawat.

Solusi Menggunakan Sunscreen yang Bebas Kilap & Jerawat

Jangan sampai alasan "takut jerawatan" atau "malas lengket" membuatmu berhenti melindungi kulit dari bahaya kanker kulit. Berikut adalah solusi konkret berdasarkan rekomendasi dermatologi agar kamu tetap nyaman pakai sunscreen:

1. Beralih ke Physical (Mineral) Sunscreen

Jika kulitmu sangat berminyak, sensitif, dan mudah berjerawat, pertimbangkan untuk beralih ke jenis Physical Sunscreen (sering juga disebut Mineral Sunscreen). Ciri utamanya adalah mengandung Zinc Oxide atau Titanium Dioxide.

Alasannya: Berbeda dengan tipe kimia yang menghasilkan panas di kulit, Physical Sunscreen bekerja dengan cara memantulkan sinar UV seperti cermin. Selain itu, kandungan Zinc Oxide dikenal memiliki sifat menenangkan peradangan (anti-inflamasi) yang justru bisa membantu meredakan kemerahan pada jerawat dan membantu menyerap kelebihan minyak.

2. Cari Label "Non-Comedogenic" & "Oil-Free"

Saat membeli produk, pastikan kamu membaca kemasannya dengan teliti. Cari dua istilah penting ini:

  • Non-Comedogenic: Artinya formula produk tersebut sudah diuji dan terbukti tidak menyumbat pori-pori, sehingga aman untuk kulit rentan berjerawat.

  • Oil-Free / Water-Based: Pilihlah tekstur yang ringan seperti gel, losion cair, atau watery essence. Hindari tekstur krim yang padat dan pekat (thick cream) karena biasanya terlalu berat untuk kulit berminyak.

3. Perhatikan Kelembapan Kulit

Sebuah studi menunjukkan bahwa penggunaan sunscreen tertentu bisa sedikit mengubah keseimbangan air di kulit. Seringkali, kulit yang berminyak sebenarnya adalah kulit yang dehidrasi (kurang air). Karena kurang air, kulit memproduksi minyak lebih banyak sebagai kompensasi. Jadi, pastikan kamu tetap menggunakan pelembap bertekstur gel yang ringan sebelum memakai sunscreen agar kadar air dan minyak di wajah tetap seimbang.

Tips Anti-Gagal dari Dermatologist Cara Pakai Sunscreen untuk Kulit Berminyak

Agar wajah tetap segar dan bebas jerawat meski pakai sunscreen, ikuti langkah-langkah sederhana berikut:

  • Beri Jeda Waktu: Tunggu sekitar 10-15 menit setelah memakai pelembap sebelum mengoleskan sunscreen. Biarkan produk sebelumnya menyerap sempurna dulu agar tidak menumpuk dan terasa "becek" di permukaan wajah.

  • Teknik "Blotting": Jika setelah 20 menit wajah masih terasa sangat berminyak, tempelkan kertas minyak (blotting paper) atau selembar tisu bersih secara perlahan di area T-zone (dahi, hidung, dagu). Cara ini efektif mengangkat minyak berlebih di permukaan tanpa menghapus lapisan perlindungan sunscreen.

  • Wajib Bersihkan Dua Tahap (Double Cleansing): Ini aturan wajib! Sabun cuci muka biasa seringkali tidak cukup kuat mengangkat sisa sunscreen yang tahan air. Gunakan cleansing oil atau micellar water terlebih dahulu sebelum mencuci muka dengan sabun di malam hari.

  • Cara Reapply yang Benar: Untuk mengoles ulang sunscreen di siang hari saat wajah sudah berminyak, kamu tidak perlu mencuci muka. Cukup tepuk-tepuk minyak di wajah dengan tisu, lalu gunakan sunscreen jenis bedak (Sunscreen Powder) atau semprot (Spray). Ini mencegah penumpukan lapisan krim yang terlalu tebal yang bisa menyumbat pori.

Kesimpulan

Memiliki kulit berminyak bukan berarti kamu tidak bisa memakai sunscreen dengan nyaman. Rasa lengket atau berminyak biasanya terjadi karena pemilihan jenis produk yang kurang tepat.

Kuncinya adalah memilih sunscreen dengan label non-comedogenic atau oil-free, mempertimbangkan jenis mineral sunscreen yang lebih ramah pori-pori, dan yang terpenting: jangan pernah malas membersihkan wajah dengan benar di malam hari. Ingat, minyak di wajah bisa dibersihkan, tapi kerusakan kulit akibat sinar UV bersifat permanen.